XAUUSD Sell @ 2732.38 Twin ABC H1 + EL7 M5

Penawaran Terbatas! Paket Data 25GB Hanya Rp 90.000
Dapatkan kuota besar 25GB untuk semua nomor AS, Loop, dan simPATI hanya dengan Rp 90.000, berlaku selama 30 hari! Internet lancar tanpa khawatir kehabisan kuota, cocok untuk streaming, gaming, dan browsing sepuasnya!
Aktifkan sekarang dan nikmati kebebasan internet!
Read More Beli PaketXAUUSD Sell @ 2732.38 Twin ABC H1 + EL7 M5 | Di tengah gempita pasar yang bergejolak, pada 28 Oktober 2024, Armaila bersiap untuk melakukan sebuah langkah berani. Dengan ketenangan seorang jenderal yang merencanakan strategi, ia mengamati pergerakan XAU/USD, bersiap untuk melakukan sell pada harga 2732.38. Sebuah peluang yang tak bisa diabaikan.
H4 CB1 Break Entry Level 2
Dalam bayangan grafik H4, Armaila melihat tanda-tanda yang jelas. CB1 di level 2738.65 telah dijebol, tanda bahwa kekuatan pasar berbalik arah. Dengan sebuah serangan mematikan, harga telah mencapai target 161% di level 2724, menggambarkan pintu gerbang menuju penurunan yang lebih dalam.
H1 Naik dengan CB1 buy
Namun, tidak lama setelah penurunan itu, gelombang baru muncul di chart H1. Pasar berusaha bangkit kembali dengan kuat, menembus ke level 2747 sebagai bagian dari setup CB1 Buy. Armaila menyadari, ini adalah pertanda bahwa meskipun badai mungkin datang, akan selalu ada peluang di baliknya.
GAP Pembukaan Pasar CB1 Sell H1
Ketika pasar dibuka pada hari Senin, sebuah gap terbentuk, memberi sinyal baru bagi para trader. Ini adalah momen dramatis, di mana pasar seolah-olah berbisik kepada Armaila: "Bersiaplah, ini saatnya untuk bergerak." Dengan tegas, ia melihat pergerakan harga turun menuju zona 161 di level 2726.
Sebuah pola Twin ABC mulai terbentuk, seolah menggambarkan kisah perjalanan harga. Dua candle bearish sebagai bagian dari A, diikuti oleh candle bullish sebagai B, dan akhirnya candle bearish sebagai C, yang memecahkan body zona B, menjadikannya zona entry yang sangat strategis. Di sinilah Armaila merasakan ketegangan, persis seperti momen klimaks dalam sebuah drama.
CB1 Sell M5 Entry Level 7
Tetapi Armaila tidak terburu-buru. Ia menunggu dengan sabar, ingin memastikan segalanya tepat sebelum melangkah. Hanya setelah CB1 Sell di timeframe M5 muncul dan dukungan terdekat ditembus oleh candle, barulah ia menguatkan hatinya untuk memasuki zona B.
Namun, takdir selalu sulit diprediksi. Setelah entry, harga bergerak naik, mengancam untuk menembus resistance. Dengan hati-hati, Armaila menahan posisinya, menunggu hingga candle H1 menutup. Di sinilah ketegangan semakin memuncak; jika zona B ditembus ke atas, semua rencana yang telah disusun bisa terbalik, mengindikasikan setup EL6 Inverted, tanda bahwa arah baru harga sedang menanti.
Perdagangan ini bukan sekadar angka di layar, melainkan sebuah pertarungan antara harapan dan ketakutan, antara keberanian dan kehati-hatian. Armaila, dengan analisis dan strategi yang tajam, bersiap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi selanjutnya, mengetahui bahwa di dunia trading, setiap momen adalah kesempatan dan tantangan.
Cut Loss Setelah Sempat Floating
Perlahan namun pasti, strategi yang telah dipersiapkan Armaila diuji. Dalam ketegangan yang membara, setup yang tadinya begitu jelas berubah arah, berganti menjadi EL6 Inverted, tanda bahwa pasar mulai melirik arah bullish. Situasi ini membuat hati Armaila berdebar; ia tahu bahwa ada kemungkinan besar harga akan melambung lebih tinggi sebelum akhirnya kembali ke zona sell yang dinantikan. Dengan kesabaran yang terbentuk dari jam terbang tinggi, ia memutuskan untuk tidak gegabah. Ia menunggu, berharap setup CB1 di M5 muncul kembali, isyarat terakhir sebelum memasuki pertarungan.
Ketika pergerakan harga mulai menunjukkan volatilitas, posisinya sempat mengalami floating negatif—naik hingga 120 pips atau setara dengan $12 pada lot 0.01 yang ia pegang. Angka-angka ini menari di layar, menguji ketenangan dan kepercayaan dirinya. Namun, dalam ketegangan tersebut, CB1 sell di M5 akhirnya terbentuk, seperti peluang yang datang di tengah badai.
Dengan sigap, Armaila mengeksekusi sell, menyaksikan harga perlahan turun hingga menyentuh level Fibo 423. Harga bergerak seolah mengikuti skrip yang telah ia rancang, namun ketika tanda-tanda reversal muncul di sekitar level Fibo, ia menyadari bahwa ini adalah momen untuk bertindak. Tanpa ragu, ia menutup posisinya, menerima cut loss sebesar $0.56—sebuah kerugian kecil yang ia sambut dengan kepala tegak, penuh kepercayaan diri.
Kini, Armaila kembali mengamati grafik dengan seksama. Ia menunggu setup CB1 buy di M5 sebagai sinyal berikutnya, dan lebih dari itu, menanti konfirmasi dari divergence yang dapat memperkuat keyakinannya. Dengan kesabaran seorang pejuang yang tak gentar, ia bersiap, sepenuhnya sadar bahwa dalam trading, setiap keputusan adalah sebuah ujian, dan setiap peluang adalah petualangan baru yang menantinya.