Buy Gold di Zona Engulfing Fail: 10 Menit Menjelang London Open
Buy Gold di Zona Engulfing Fail: 10 Menit Menjelang London Open
Storytelling + Edukasi Teknikal + Psikologi Trading
Trading bukan hanya soal angka, garis, atau indikator. Trading juga tentang rasa—ragu, percaya, takut, dan lega ketika keputusan kita terbukti tepat. Hari itu, saya menatap chart Gold (XAUUSD) dengan satu pertanyaan di kepala: “Apakah ini saatnya untuk buy?” Jam menunjukkan tinggal 10 menit lagi menuju sesi London open, saat volume sering meledak. Dengan analisa berlapis dan niat yang jernih, saya bersiap masuk arus itu.
H4: Timeframe Penentu Arah
Bagi saya, H4 adalah timeframe kunci untuk menentukan arah besar. Ia ibarat peta jalan, sementara timeframe kecil adalah gang-gang yang memberi detail perjalanan. Di H4, awalnya harga membentuk zona engulfing sell—area ideal untuk mencari posisi sell bagi penganut price action.
Namun market berwajah dua. Alih-alih memantul, harga menembus zona itu. Saat itu, terjadi momen yang krusial: engulfing sell berubah menjadi engulfing fail sell. Maknanya sederhana namun penting: area yang tadinya benteng seller kini gagal menahan harga, dan ketika harga kembali ke sana, area tersebut berubah fungsi menjadi zona buy.
- Awalnya: Engulfing Sell → area sell (resist).
- Ditembus ke atas: Fail → kehilangan validitas sell.
- Revisit area: fungsi beralih → zona buy (support baru).
Setelah itu, harga sempat terus naik hingga muncul candle bearish kuat yang membentuk engulfing sell baru (valid). Itu sinyal seller mencoba merebut kembali kendali. Benar saja, harga mulai turun bertahap, terutama sepanjang sesi Tokyo.
Menjelang London Open: Titik Kritis
Penurunan di sesi Tokyo membawa harga mendekati area yang saya tandai: zona engulfing fail sell yang kini menjadi zona buy. Menit-menit terasa panjang. Detak jantung mengikuti tiap tick. Saya tahu, jika area ini valid, buyer akan muncul di sini.
“Tinggal 10 menit menjelang London open. Ini momen saya.”
Saya tak sekadar nekat—saya menunggu harga menyentuh kembali pijakan yang tepat. Arah besar sudah mengarah; saya hanya butuh momen.
Konfirmasi di M5: Entry dengan Keyakinan
Meski H4 memberi arah, saya menurunkan pandangan ke M5 untuk timing. Di sana muncul engulfing buy yang bersih. Saya menunggu pullback ke candle yang diengulf—momen yang saya sebut initial break retest. Saat sentuhan itu hadir, saya masuk.
- H4 → penentu arah (zona buy dari engulfing fail).
- M5 → konfirmasi (engulfing buy + pullback entry).
Catatan: Di M30 dan M15 saat itu belum ada engulfing buy. Itulah mengapa disiplin manajemen risiko menjadi keharusan.
Strategi Layering: Pasukan yang Terbagi
Saya tidak masuk dengan satu tembakan. Saya menyusun 20 layer buy dengan target bertingkat, dan SL global 50 pips dari layer pertama. Analogi saya sederhana: seperti pasukan dengan peran berbeda.
Kelompok | Jumlah Layer | Target TP | Peran |
---|---|---|---|
Barisan Depan | 10 layer | 20 pips | Ambil kemenangan cepat (scalp aman) |
Barisan Tengah | 5 layer | 50 pips | Menunggangi pergerakan menengah |
Barisan Belakang | 5 layer | 100 pips | Potensi tren besar |
- Tentukan lot per layer sehingga total risiko di SL 50 pips masih aman untuk ekuitas.
- Pastikan jarak antar layer (10 poin) konsisten dengan volatilitas Gold saat pra-London.
- Jangan memaksa kelipatan lot—biarkan struktur profit dari banyak layer yang bekerja.
Eksekusi Real: Enam Layer Aktif
Saat harga menyentuh zona buy, 6 layer pertama tereksekusi. Candle bergerak tegas. Beberapa menit kemudian, TP1 20 pips tercapai. EA saya otomatis menutup semua posisi dan menghapus pending order. Profit masuk, tetapi rencana jangka lebih panjang (TP 50 & 100) sirna karena pending order sudah bersih.
- Aman—menghindari layer menggantung saat volatilitas meledak di London open.
- Profit dikunci tanpa ragu.
- Peluang profit lebih besar tak terjangkau karena pending order disapu bersih.
- Strategi layering bertingkat praktis berubah jadi strategi “one-shot TP”.
Emosi Trading: Antara Lega dan Penasaran
Saya bersyukur karena analisa H4 terbukti. Saya puas karena entry M5 tepat. Namun tetap ada rasa menggantung: “Seandainya pending order dibiarkan, apakah TP 50 atau 100 pips bisa tersentuh?”
Trading selalu menempatkan kita di persimpangan: ambil profit cepat atau kejar profit besar. Keduanya benar, asalkan selaras dengan rencana dan risiko.
Edukasi: Apa Itu Engulfing Fail?
Engulfing sell adalah candle bearish yang “menelan” candle bullish sebelumnya, menandakan dominasi seller pada area itu. Namun ketika area ini ditembus ke atas, maka statusnya menjadi engulfing fail sell. Kegagalan ini membalik fungsinya: saat harga kembali, area tersebut berperan sebagai zona buy.
- Engulfing sell valid → area sell.
- Ditembus ke atas → fail → kehilangan validitas sell.
- Revisit → berfungsi sebagai support (zona buy).
Edukasi: Pentingnya Multi-Timeframe
Menggabungkan timeframe besar–kecil membantu keputusan lebih presisi:
- H4 → menentukan arah besar (siapa dominan, buyer/seller).
- M30 & M15 → validasi tambahan (kadang belum ada engulfing buy, ini yang membuat setup lebih spekulatif).
- M5 → timing entry (cari engulfing buy + pullback yang bersih).
Catatan: Dalam kasus ini, M30 & M15 belum memberikan engulfing buy. Karena itu, disiplin SL dan ukuran layer menjadi kunci.
Edukasi: Strategi Layering dalam Trading
Plus Minus Layering
- Plus: Diversifikasi target, peluang menangkap tren panjang, tetap dapat profit saat gerak pendek.
- Minus: Jika harga menembus zona berlawanan, banyak layer bisa terkena SL sekaligus; perlu MM ketat.
Checklist Praktis
- Hitung total risiko = (lot per layer × jumlah layer aktif × nilai per pip × jarak SL).
- Jaga konsistensi jarak antar layer vs volatilitas sesi London.
- Tentukan aturan EA: apakah TP1 menutup semua posisi atau hanya menutup posisi yang mencapai target dan membiarkan pending untuk peluang lanjutan.
- Ketika TP1 tercapai, tutup posisi yang profit tetapi biarkan pending order untuk mengejar TP 50/100 pips.
- Aktifkan partial close + break-even pada layer aktif untuk mengamankan floating.
- Tambah filter sesi: batasi eksekusi auto-close massal hanya saat volatilitas ekstrem.
Refleksi: Pelajaran yang Saya Ambil
- H4 adalah kompas arah. Engulfing fail di H4 menjadi alasan utama entry buy.
- Fail bukan akhir. Engulfing fail justru membuka peluang—area sell yang gagal menjadi pijakan buy.
- Multi-timeframe = presisi. H4 untuk arah, M5 untuk timing. M30–M15 belum sinkron → tingkatkan disiplin risiko.
- Aturan EA perlu selaras tujuan. Jika ingin menangkap tren panjang, jangan sapu bersih pending saat TP1 kecil tercapai.
- Terima hasil, jaga emosi. Profit 20 pips dari 6 layer sudah baik. Rasa penasaran wajar, tapi rencana dan risiko tetap nomor satu.
Penutup: Trading adalah Cerita, Bukan Hanya Angka
Menjelang London open, harga menyentuh kembali zona engulfing fail sell—kini zona buy. Saya masuk berdasarkan H4, mengeksekusi di M5, dan menata 20 layer dengan target bertingkat. Enam layer aktif lalu TP1 20 pips tercapai—EA menutup semua posisi dan pending.
Apakah puas? Ya, karena rencana berjalan dan risiko terkendali. Apakah masih penasaran? Tentu—karena peluang panjang selalu menggoda. Namun pada akhirnya, disiplin pada rencana adalah kemenangan sebenarnya.
Di balik setiap candle ada pelajaran. Di balik setiap entry ada emosi. Dan di balik emosi, ada trader yang terus belajar.
FAQ Singkat
1) Kenapa H4 yang dipilih sebagai penentu arah?
H4 menyeimbangkan antara noise TF kecil dan lambannya TF besar. Cukup cepat untuk respons sesi, cukup kuat untuk arah harian.
2) Bukti bahwa zona sell berubah jadi buy saat fail?
Saat resistance (engulfing sell) ditembus, kepentingan order berubah: seller kalah, buyer menang. Revisit area itu cenderung jadi support baru.
3) Kenapa M30/M15 belum sinkron tapi tetap entry?
Karena alasan utama berasal dari H4 (zona fail), M5 hanya konfirmasi timing. Ketidaksinkronan TF menengah diimbangi dengan SL ketat & ukuran layer terukur.
4) Bagaimana agar pending order tidak ikut terhapus saat TP1?
Atur EA agar only close profitable positions saat TP1, dan keep pending untuk mengejar TP 50/100. Tambahkan rule partial close + BE.