Emas Berlari di Tepi Batas: Menyusun Strategi di Tengah Dinamika Pasar | Pending Order Sell Gold di 2753.04 Close Profit di 2750.40

Advertisement

Penawaran Terbatas! Paket Data 25GB Hanya Rp 90.000


Dapatkan kuota besar 25GB untuk semua nomor AS, Loop, dan simPATI hanya dengan Rp 90.000, berlaku selama 30 hari! Internet lancar tanpa khawatir kehabisan kuota, cocok untuk streaming, gaming, dan browsing sepuasnya!

Aktifkan sekarang dan nikmati kebebasan internet!

Read More Beli Paket
Advertisement

Di pasar emas, setiap candlestick berbicara, setiap garis teknikal memiliki kisahnya sendiri. Hari ini, kita berada di persimpangan krusial, tepat saat harga mendekati level 2753.04. Sementara itu, gelombang momentum pasar mengalir deras, mendorong harga mendekati batas yang telah lama diawasi oleh para trader. Ketika ketegangan merayap, muncul peluang untuk mengukir keuntungan singkat—sekadar sepuluh, dua puluh pips—namun setiap langkah diatur, dirancang untuk menjaga setiap poin yang diperoleh.

Di Timeframe H4: Kekuatan yang Menguji Batasan

Pada timeframe H4, harga bersiap menghadapi resistance kuat yang akhirnya pecah, membuka jalan bagi potensi pullback. Sebuah jendela kesempatan terkuak, membuka peluang untuk penyesuaian strategi di level Resistance Becomes Support (RBS) atau mungkin kembali menuju support sebelum kenaikan yang lebih dahsyat terjadi. Bukan hanya pantulan biasa yang kita cari di sini; kita tengah mengawasi konfirmasi, isyarat harga, untuk menyiapkan diri menyambut gelombang besar berikutnya.

Di Timeframe H4 Kekuatan yang Menguji Batasan

Mengintip dari Jendela H1: Momentum yang Terkendali

Di chart H1, momentum candlestick menorehkan cerita tentang kekuatan yang sedang naik. Candle Stick Momentum (CSM) naik terbentuk, menandakan penurunan berikutnya sebagai peluang—sebuah peluang untuk reentry di area Moving Average (MA) 5/10 low H1 yang tengah bersisian dengan Low Bollinger Band (BB) di M15. Kondisi ini melahirkan apa yang disebut oleh para trader berpengalaman sebagai Zone Zero Loss Buy—sebuah zona suci yang memberi perlindungan ekstra bagi para pemburu harga. Dalam zona ini, harga, MA5/10 high dan low, serta Mid BB, berada di atas Mid BB. Sinyal ini memperingatkan siapa pun yang tergoda untuk melakukan sell: hati-hati, penurunan yang terjadi bukanlah sekadar koreksi biasa.

Mengintip dari Jendela H1 Momentum yang Terkendali

Di Timeframe M15: Tanda Kukuh yang Berani

Namun, jika menilik lebih dalam pada timeframe M15, sesuatu yang lebih berani terjadi—terbentuknya Candle Stick Arah Kukuh (CSAK) sell. Di sini, harga berhasil membobol MA5/10 low serta Mid BB, sebuah indikasi kuat bahwa arah jual memiliki momentum. Di sinilah strategi pending order sell berada: menyelusup di sekitar level ini, mengambil keuntungan dari gerakan ini, bagai panther yang melompat ke tempat yang telah diintai.

Targetnya? Level 161 Fibonacci retracement. Walaupun hanya 20 pips, setiap pips dihitung sebagai langkah maju dalam mengamankan keuntungan. Armaila—sang trader yang menguasai chart ini—memilih untuk close profit di level 161, mengingat adanya pola engulfing buy yang tampak. Engulfing ini, sebuah isyarat support tersembunyi, menyiratkan adanya kekuatan untuk menahan pergerakan turun lebih dalam.

Di Timeframe M15 Tanda Kukuh yang Berani

Dominan Break dan CB1: Melangkah Hati-Hati di M15 dan M5

Mengapa order diletakkan di 2753.04 dan bukan di level pucuk? Armaila, dengan cerdik, menempatkan pending order setelah terbentuknya Dominant Break sell di M15. Di M5, langkah berikutnya terkuak perlahan. Belum terbentuknya CB1 sebagai awal tren memberikan alasan yang kuat untuk menahan entry, tetap waspada, dan mengikuti pergerakan. Hingga CB1 akhirnya terbentuk, Dominant Break tetap menjadi patokan utama dalam mengukur pergerakan, membawa harga turun hingga mencapai level 261, sesuai aturan yang diwariskan oleh sang mentor, Cikgu Zul.

Dominan Break dan CB1 Melangkah Hati-Hati di M15 dan M5

Menggambarkan Trendline Channel: Jejak Langkah Harga

Sebagai senjata terakhir, trendline channel terukir di atas chart, garis dinamis yang mengikuti langkah harga, menawarkan pemandangan arah berikutnya. Dengan menggambar dari dua titik harga terendah, garis ini disalin ke titik harga tertinggi. Seperti jalur rahasia, harga akan merayapi trendline ini, naik atau turun, mencari tempat untuk berhenti sejenak atau mungkin menembus, membuka jalan baru.

Menggambarkan Trendline Channel Jejak Langkah Harga

Kesimpulan: Strategi yang Terukur

Langkah berikutnya adalah bersiap pada momen yang ditentukan. Entry dilakukan di titik resistance yang telah dikaji, siap untuk menarik profit di target pendek, sementara stop loss dijaga ketat. Di tengah ketegangan ini, candlestick di level kunci menjadi pemandu, berbicara kepada kita seiring pergerakan harga.

Dengan begitu banyak elemen teknikal yang terjalin, kita berada di pusaran dinamika yang penuh dengan peluang dan risiko. Ini adalah kisah emas, kisah yang melibatkan chart, sinyal, dan ketajaman membaca setiap detil. Di ujung malam, hanya mereka yang mampu membaca bahasa candlestick yang mampu menjinakkan pasar.

Rangkuman Pending Order Sell Gold di 2753.04 close profit di 2750.40

H4 berada di resistance dan akan close dalam beberapa menit. di H4 ini juga resistancenya sudah dibreak. artinya ada peluang pullback ke RBS atau ke Support untuk lanjut terbang.

H1 di candle sebelumnya terbentuk CSM (Candle Stick Momentum) kenaikan sehingga penurunan yang diduga akan terjadi adalah peluang untuk mengambil ReEntry di MA5/10 Low H1. Sementara MA5/10 low H1 juga bertepatan dengan Low BB M15.

Saat ini H1 dari sisi teknik BBMA terbentuk Zone Zero Loss Buy dimana Harga, MA5/10 high dan low dan Mid BB berada diatas Mid BB. Artinya jika mengambil sell harus berhati hati karena penuruan ini hanya untuk ReEntry Buy.

di M15, ketika artikel ini ditulis sudah terbentuk CSAK (Candle Stick Arah Kukuh) sell dimana Price berhasil break MA5/10 low serta Mid BB. Selanjut price naik ReEntry sell CSAK dan bertepatan pula dengan triger pending order Sell Armaila.

Di jangkakan harga akan turun ke Low BB M15 ini yang juga berada di sekitara 261 fibo M15. Namun Armaila close profit di 161 untuk grow account hanya mengambil 20 pips saja. Disamping itu alasan close profit di 161 karena terlihat ada engulfing buy dimana engulfing merupakan support yang akan menjadi tempat pantulan harga.

adapun pemilihan mengapa pending order di harga 2753.04 bukan dipucuk semata mata untuk meminimalkan resiko yaitu setelah terbentuk Dominan break sell di M15. disaat yang sama di M5 terbentuk Dominan Break sell kemarin namun belum membentuk CB1 sell sebagai patokan permulaan trend untuk skala M5 maka atas dasar itu Armaila belum entry.

Setelah CB1 sell terbentuk di M5, kita tetap mengukur pergerakan harga turun berdasarkan Dominan Break M5 dimana sudah mengantarkan harga turun sampai ke 261, kita tidak mengukur berdasarkan CB1 karena Dominan di dahulukan, begitulah aturan yang dibuat oleh cikgu zul selaku founder FMCBR ini.

Armaila juga membuat trendline channel sebagai pembantu untuk menganalisa pergerakan arah harga dan memperkirakan dimana kira kira harga terpantul atau bereaksi. Untuk membuat trendline cukup menemukan 2 titik harga paling bawah lalu lin tersebut dicopy dan tempatkan di titik harga tertinggi. Harga akan naik mengikuti line tersebut dan jika turun juga akan mencari line terendah baik nantinya akan memantul atau break untuk membuka jalan yang baru.


Advertisement

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *


Advertisement

vps forex murah

DAFTAR AGEN PULSA
TOOLS OTOMATIS SELLER SHOPEE TOOLS OTOMATIS KONTEN AFFILIATE SHOPEE tools otomatis facebook
DAFTAR AGEN PULSA KOLEKSI PRODUK ARMAILA
Advertisement

Iklan

Close x